Selasa, 23 Mei 2017
Halaman Utama Berita Agenda Kontak Kami Buku Tamu Ke Domain Utama English Version
Tujuan Wisata
Satuan Kawasan Wisata
Peta Wisata
Objek Wisata
Usaha Wisata
Hotel
Restoran
Bumi Perkemahan
Hiburan Umum & Wisata Belanja
Jasa Wisata
Aneka Dokumen
Rekapitulasi
Kunjungan Wisata
PAD Parsenibud
Seni Budaya
Seni Tradisional
Temuan Arkeologi
Bangunan Bersejarah
Cagar Budaya
Benda Pusaka
Upacara Adat
Pemukiman Tradisional
Naskah Kuno
Cerita Rakyat
Permainan Rakyat
Peristiwa Sejarah
Tokoh Sejarah
Organisasi Parsenibud
Disparbud
Organisasi Pariwisata
Organisasi Seni Budaya
Rupa - Rupa
Even
Agenda
Berita
Buku Tamu
 
Direktori
Peta Kota Garut
Peta Kecamatan
Produk Khas
Makanan Khas
Cindera Mata
 
Upacara_Adat - Upacara Ngalungsur
(dibaca : 21776 kali)
perbesar...
Kecamatan : Karangpawitan
 
Ngalungsur ? atau Turun Zimat atau Pajang Jimat. Upacara Tradisional yang dilakukan antara tgl 12-14 Maulid ini pada intinya dimaksudkan sebagai ungkapan penghormatan dari masyarakat terhadap Sunan Godog, karena jasanya dalam menyebarkan agama Islam di daerah Garut. Ungkapan rasa hormat tersebut direalisasikan dengan cara ? ngamumule ? ( menjaga dan merawat ﴿ benda-benda pusaka seperti berbagai bentuk dan jenis keris, Kitab Al- Quran, Cis, Skin dan sebagainya, yang dianggap sebagai peninggalan Sunan Godog, melalui upacara ? Ngalungsur ?.

? Ngalungsur ? ( =menurunkan- Ind ﴿ atau Turun Zimat memiliki makna dan maksud bahwa benda-benda pusaka peninggalan Sunan Godog itu sudah waktunya dikeluarkan dari dalam Kandaga ( peti ﴿ yang disimpan di bagian atas sebuah ruangan dekat bangunan makam, pada setiap tanggal 14 Maulid. Selain tanggal 14 maulid ditabukan menurunkan Kandaga, serta mengeluarkan benda-benda pusaka tersebut. Kandaga diturunkan, kemudian dibuka bagian penutupnya dan dikeluarkan satu persatu, masing-masing benda pusaka untuk ? dimandikan ? ( dicuci ﴿ dengan menggunakan air ? khusus ? dicampuri minyak wangi khusus pula dan berbagai macam kembang/bunga. Biasanya seorang juru kunci ( kuncen ﴿ dipercayakan oleh 40 orang lebih anggota Ikatan Juru Kunci ( IKCI ﴿ Makam Keramat Godog dan diberi wewenang mengurus serta memandikan benda-benda pusaka pada upacara ? Ngalungsur ? itu. Sebelum dilakukan ? ngalungsur ? atau Turun Zimat diadakan dulu serimonial upacara yang dihadiri aparat pemerintah ( mulai Camat hingga pejabat dari tingkat Kabupaten ﴿, serta sejumlah anggota masyarakat luas yang sengaja datang hendak menyaksikan Upacara itu, di samping berziarah. Pada acara ini biasanya berisi sambutan baik dari pejabat pemerintah, maupun dari juru kunci sendiri.

Demikian Upacara ? Ngalungsur ? atau Turun Zimat setiap satu tahun sekali dilaksanakan oleh masyarakat. Masyarakat Desa Lebak Agung Kecamatan Karangpawitan dan sekitarnya hingga sekarang masih meyakini bahwa benda-benda pusaka itu adalah peninggalan Sunan Godog alias Prabu Keyan Santang, yang harus dijaga, dipelihara dan dilestarikan.
 Ke halaman sebelumnya

Best view with
Microsoft
Internet Explorer at
1024 by 768 pixels