Selasa, 23 Mei 2017
Halaman Utama Berita Agenda Kontak Kami Buku Tamu Ke Domain Utama English Version
Tujuan Wisata
Satuan Kawasan Wisata
Peta Wisata
Objek Wisata
Usaha Wisata
Hotel
Restoran
Bumi Perkemahan
Hiburan Umum & Wisata Belanja
Jasa Wisata
Aneka Dokumen
Rekapitulasi
Kunjungan Wisata
PAD Parsenibud
Seni Budaya
Seni Tradisional
Temuan Arkeologi
Bangunan Bersejarah
Cagar Budaya
Benda Pusaka
Upacara Adat
Pemukiman Tradisional
Naskah Kuno
Cerita Rakyat
Permainan Rakyat
Peristiwa Sejarah
Tokoh Sejarah
Organisasi Parsenibud
Disparbud
Organisasi Pariwisata
Organisasi Seni Budaya
Rupa - Rupa
Even
Agenda
Berita
Buku Tamu
 
Direktori
Peta Kota Garut
Peta Kecamatan
Produk Khas
Makanan Khas
Cindera Mata
 
Tokoh_Sejarah - Aruji Kartawinata
(dibaca : 16465 kali)
Aruji lahir di Garut, 5 Mei 1905. Setamatnya dari HIS beliau melanjutkan ke MULO (sekolah setingkat SMP) di Bandung. Selesai dari sana lalu menjadi guru, serta menjadi kepala sekolah di SD Serikat Islam di Garut. Sejak masih muda beliau memang aktif dalam gerakan kebangsaan.

Ketika di Garut, beliau pernah menerbitkan surat kabar Balatentara Islam. Isinya banyak menceritakan kegiatan serta gerakan Serikat Islam. Melangkah ke zaman Jepang, beliau mengikuti latihan di Peta (Pembela Tanah Air) lalu diangkat menjadi daidancho Peta di Cimahi. Setelah Indonesia merdeka, beliau diangkat menjadi Komandan BKR (Badan Keamanan Rakyat) dan menjadi TKR (Tentara Keamanan Rakyat) Divisi III Jawa Barat. Divisi ini yang dikomandani Aruji merupakan cikal bakal Divisi Siliwangi.

Ketika dibentuk Kabinet Syahrir, beliau diangkat jadi Menteri Muda Pertahanan. Tahun 1948, TNI harus hijrah ke Jogja akibat adanya perjanjian Renvile. Beliau ditunjuk jadi Ketua Panitia Hijrah TNI yang harus memindahkan tentara kita yang ada di pelosok-pelosok kekuasaan Belanda ke daerah Republik.

Beliau pernah menjadi anggota DPR-RIS (Republik Indonesia Serikat). Setelah Pemilu tahun 1955, beliau terpilih menjadi anggota DPR-RI. Karirnya terus beranjak menjadi anggota DPR-GR serta akhirnya diangkat menjadi anggota DPA (Dewan Pertimbangan Agung) pada tahun 1966-1968.

Beliau meninggal pada tanggal 13 Juli 1970 di Jakarta disebakan menderita penyakit radang otak dan beliau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.
 Ke halaman sebelumnya

Best view with
Microsoft
Internet Explorer at
1024 by 768 pixels