Selasa, 23 Mei 2017
Halaman Utama Berita Agenda Kontak Kami Buku Tamu Ke Domain Utama English Version
Tujuan Wisata
Satuan Kawasan Wisata
Peta Wisata
Objek Wisata
Usaha Wisata
Hotel
Restoran
Bumi Perkemahan
Hiburan Umum & Wisata Belanja
Jasa Wisata
Aneka Dokumen
Rekapitulasi
Kunjungan Wisata
PAD Parsenibud
Seni Budaya
Seni Tradisional
Temuan Arkeologi
Bangunan Bersejarah
Cagar Budaya
Benda Pusaka
Upacara Adat
Pemukiman Tradisional
Naskah Kuno
Cerita Rakyat
Permainan Rakyat
Peristiwa Sejarah
Tokoh Sejarah
Organisasi Parsenibud
Disparbud
Organisasi Pariwisata
Organisasi Seni Budaya
Rupa - Rupa
Even
Agenda
Berita
Buku Tamu
 
Direktori
Peta Kota Garut
Peta Kecamatan
Produk Khas
Makanan Khas
Cindera Mata
 
Tokoh_Sejarah - Mustapa Kamil
(dibaca : 16064 kali)
Di Garut terdapat jalan Mustapa Kamil, panjangnya kurang lebih dua kilo meter tidak jauh dari Terminal Guntur. Mustapa Kamil merupakan pejuang yang membela negara pada masa penjajahan, malahan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 menetapkan Kyai Haji Mustapa Kamil menjadi Pahlawan Perintis Kemerdekaan.

Beliau asli orang Garut dan lahir di Kampung Bojong, Desa Pasirkiamis, Tarogong, Garut pada tahun 1884, sekarang tempat tersebut berada di bawah Kecamatan Pasirwangi. Sewaktu lagi kecil namanya Muhamad Lahuri, akan tetapi sewaktu pergi ke Mekah mempelajari Islam dan beribadah haji namanya berubah menjadi Mustapa Kamil.

Terbilang tidak kurang dari 14 kali beliau tertangkap serta dipenjara oleh Belanda dan Jepang karena sikapnya yang anti penjajah. Setelah Jepang menyerah kepada sekutu, perjuangan beliau tidak padam. Waktu itu Bung Tomo (Sutomo) di radio mengajak agar bangsa bersatu melawan sekutu yang berlabuh di Surabaya. Lalu beliau pergi ke Surabaya yang pada waktu itu bulan Oktober tahun 1945, serta bangsa kita akhirnya berhasil menggempur pasukan Sekutu. Akan tetapi, beliau tidak diberitakan selamat gugur di medan perang.

Keluarganya bertahun-tahun mencari di mana jasadnya berada yang pada akhirnya ditemukanlah sisa-sisa perjalanannya bahwa beliau gugur pada tanggal 10 Desember 1945 sewaktu bertempur melawan sekutu di Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Oleh Pemerintah Indonesia jasadnya dipindahkan da dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Surabaya, serta diberi penghormatan sebagai Letnan Kolonel.
 Ke halaman sebelumnya

Best view with
Microsoft
Internet Explorer at
1024 by 768 pixels