Selasa, 23 Mei 2017
Halaman Utama Berita Agenda Kontak Kami Buku Tamu Ke Domain Utama English Version
Tujuan Wisata
Satuan Kawasan Wisata
Peta Wisata
Objek Wisata
Usaha Wisata
Hotel
Restoran
Bumi Perkemahan
Hiburan Umum & Wisata Belanja
Jasa Wisata
Aneka Dokumen
Rekapitulasi
Kunjungan Wisata
PAD Parsenibud
Seni Budaya
Seni Tradisional
Temuan Arkeologi
Bangunan Bersejarah
Cagar Budaya
Benda Pusaka
Upacara Adat
Pemukiman Tradisional
Naskah Kuno
Cerita Rakyat
Permainan Rakyat
Peristiwa Sejarah
Tokoh Sejarah
Organisasi Parsenibud
Disparbud
Organisasi Pariwisata
Organisasi Seni Budaya
Rupa - Rupa
Even
Agenda
Berita
Buku Tamu
 
Direktori
Peta Kota Garut
Peta Kecamatan
Produk Khas
Makanan Khas
Cindera Mata
 
Tokoh_Sejarah - Lasminingrat
(dibaca : 16849 kali)
Raden Ayu Lasminingrat, lahir di Garut tahun 1843. Ayahnya R.H. Muhamad Musa, penghulu Kabupaten Garut. Disebabkan pada waktu itu tidak ada sekolah untuk perempuan, beliau disekolahkan di rumah Kontroleur Levisan, orang Belanda teman orang tuanya. Di sanalah beliau bejar membaca, menulis, dan bahasa Belanda. Selain beliau pintar dan cerdas maka tidak aneh kalau beliau satu-satunya perempuan di Garut yang waktu itu sangat mahir berbahasa belanda.

Cita-cita beliau tidak lain ingin memajukan derajat kaum perempuan. Tahun 1907, beliau mendirikan sekolah Kautamaan Istri di lingkungan pendopo Garut. Awalnya murid-muridnya dari anak-anak kaum ningrat. Beliau juga rajin membuat cerita, serta bukunya yang terkenal di antaranya Warnasari (2 jilid), kumpulan dongeng yang diterjemahkan dari bahasa Belanda.

Beliau menikah dengan Rd. Adipati Aria Wiratanudatar VII, yang waktu itu adalah Bupati Garut. Tahun 1912, beliau mendirikan sekolah yang dinamai sakola Istri, yang bangunannya sekarang dipakai SMU 1 Garut. Dikarenakan beliau besar jasanya dalam memajukan kaum pribumi khususnya kaum perempuan, beliau diberikan tanda penghargaan oleh Pemerintah Belanda.

Lasminingrat meninggal pada tahun 1948, ketika berusia 105 tahun. Jenazahnya dimakamkan di belakang Mesjid Agung Garut berdampingan dengan makam suaminya.
 Ke halaman sebelumnya

Best view with
Microsoft
Internet Explorer at
1024 by 768 pixels