Selasa, 23 Mei 2017
Halaman Utama Berita Agenda Kontak Kami Buku Tamu Ke Domain Utama English Version
Tujuan Wisata
Satuan Kawasan Wisata
Peta Wisata
Objek Wisata
Usaha Wisata
Hotel
Restoran
Bumi Perkemahan
Hiburan Umum & Wisata Belanja
Jasa Wisata
Aneka Dokumen
Rekapitulasi
Kunjungan Wisata
PAD Parsenibud
Seni Budaya
Seni Tradisional
Temuan Arkeologi
Bangunan Bersejarah
Cagar Budaya
Benda Pusaka
Upacara Adat
Pemukiman Tradisional
Naskah Kuno
Cerita Rakyat
Permainan Rakyat
Peristiwa Sejarah
Tokoh Sejarah
Organisasi Parsenibud
Disparbud
Organisasi Pariwisata
Organisasi Seni Budaya
Rupa - Rupa
Even
Agenda
Berita
Buku Tamu
 
Direktori
Peta Kota Garut
Peta Kecamatan
Produk Khas
Makanan Khas
Cindera Mata
 
Tokoh_Sejarah - RH Muhammad Musa
(dibaca : 18728 kali)
Di Garut terdapat jalan Panji Wulung. Nama tersebut merupakan tokoh dari cerita wawacan yang ceritanya panjang seperti novel. Nama Panji Wulung itu merupakan tokoh utama dalam buku Wawacan Panji Wulung, karangan Raden Haji (R.H) Muhamad Musa.

R.H. Muhamad Musa adalah Penghulu Kabupaten Limbangan yang terus menjadi Kabupaten Garut sekarang. Beliau lahir tahun 1822, merupakan keturunan ningrat, sebab ayahnya Patih Kabupaten Limbangan. Sejak kecil beliau sudah pergi ke Mekah sambil mempelajari agama Islam.     

Tahun 1852 beliau diangkat menjadi Mantri Gudang. Tiga tahun setelah itu beliau sudah diangkat menjadi Hoofd-Penghulu (Penghulu Besar) Kabupaten Limbangan. Selain itu beliau terkenal sebagai pengarang.

Ketika itu, beliau bersahabat dengan K.F. Holle pemilik Perkebunan Teh Waspada di Cikajang yang merupakan orang Belanda sampai saling bertukar pengalaman, ilmu. Persahabatan itu membuahkan hasil dalam meningkatkan masalah pertanian dan pendidikan di Kabupaten Garut yang waktu itu Garut menjadi daerah maju dan subur daripada daerah Priangan lainnya.

R.H. Muhamad Musa meninggal pada tanggal 10 Agustus 1886 di Bogor. Beliau meninggalkan karya diantaranya: Wawacan Panji Wulung, Wawacan Wulangkrama, Wawacan Sacanala, dan Dongeng-dongeng Pieunteungeun.

Selain dari itu beliau meninggalkan anak dan cucu yang menjadi orang terkenal di Priangan diantaranya: R.A. Lasminingrat (tokoh pendidikan wanita), dan Adipati Suria Karta Legawa (Bupati Garut).
 Ke halaman sebelumnya

Best view with
Microsoft
Internet Explorer at
1024 by 768 pixels